Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan

10/09/11

Panduan Haji dan Umrah

PANDUAN DO’A HAJI DAN UMROH

I. Panduan Umroh
1. Ber Ihrom dari Miqot
Pelaksanaannya ;
1. Disunahkan Mandi besar
2. Disunahkan memakai wangian di
badan tidak bolih di baju
3. Berpakaian ihrom
4. Sholat wajib dan shalat sunah
( apa saja yang ketepatan waktunya)
5. Mendatangkan Niat dalam hati untuk Ihrom
6. Pernyataan / Ihlal ( harus di ucapkan )

2. Ihlal Haji Dan Umroh
a) Ihlal untuk Umroh
Labaika umrotan

Aku sambut panggilan-Mu Ya Alloh Ihromku
Aku niatkan untuk melaksanakan ibadah umroh

b) Ihlal Untuk HAJI

Labbaika Hajjan

Aku sambut panggilan-Mu Ya Alloh Ihromku
Aku niatkan untuk melaksanakan ibadah Haji
.3. .Bacaan Talbiyah

Labbaik(a) Alloohumma labbaik, Labbaika la
syarika laka labbaik , innal hamda wanni’mata
laka wal mulka la syarikalak(a)

Aku sambut panggilan-Mu Ya Alloh, Aku sambut panggilan-Mu dengan setia siap melaksanakan perintah-Mu, sesungguhnya segala puji, segala nikmat dan semua kerajaan adalah milik- Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu

4. Do’a Melihat Ka’bah

Alloohumma zid baitaka haadza tasyrifan Wa
ta’diman wata’kriman wabirron wa ma
habatan ( H.R. At Thobroni Fil Kabiir)

Ya Alloh tambahkanlah Baitulloh ini kemuliaan,
keagungan, kebaikan, dan kewibawaan


5 a. Bacaan Thowaf Dari Hajar Aswad Ke Rukun Yaman

Subhaanall00hi walhamdullillahi walaa ilaa ha-
illalloohu walloohu akbar wala haula walaa quw-
wata illa billah
Maha Suci Alloh, Segala puji bagi Alloh, tidak ada Tuhan
kecuali Alloh, Alloh Maha Besar dan tidak ada daya dan
tidak ada kekuatan kecuali dengan izin Alloh.
(HR. Ibnu Majah)

5.b. Bacaan Thowaf
(Dari Rukun Yaman ke Hajar Aswad)

Alloohumma inni as-alukal ’afwa wal ‘afiata fit
Dunya wal akhiroh,
Robbanaa aatina fiddunyaa hasanah wa fil
aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzabannar

Ya Alloh sesungguhnya Aku minta kepada-Mu ampunan
dan kesehatan di dunia dan akhirot, Yaa Alloh
berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di
akhirot dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.
(H.R. Ibnu Majah)

6. Bacaan Sebelum Sholat Sunnah di Maqom Ibrohim

Wattahidzuu min maqoomi Ibrahiima Musholla . (H.R. Ibnu Majah)
dan jadikanlah Maqom Ibrohim sebagai tempat Sholat.

7. Bacaan Akan Naik Bukit Shoffa & Marwah
a).Ketika akan naik bukit kita baca

Innash-shofa wal marwata min sya’airilah
Sesungguhnya Shofa dan Marwah itu termasuk tanda-tanda
kebesaran dari agama Alloh ( Ibnu Majah )

b).diteruskan baca;

Abda’u bima bada Allahu bihi
Aku akan memulai dengan apa yang Allah mulai dengan Nya

.8 a. Do'a Diatas Bukit Shoffa juga
Diatas Bukit Marwah

Allahu akbar ( 3 x ) .
Laa ilaa ha illallah Wahdahulaa syarikalah,
lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli
syai’in qodiir,
La Illaha Illalahu wahdahu ‘anjaza wa’dahu wanashoro ‘abdahu wahazamal ahzaaba wahdahu
( Hr Muslim )

Allah maha besar 3 x .Tidak ada Tuhan melainkan hanya Allah milik nya segala kekuasaan kepunyaanNya segala pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu, tiada Tuhan yang wajib di ibadahi melainkan hanya Allah semata Dia telah menyempornakan janjinya dan telah menolong hambanya ,dan telah menghancur leburkan golongan musuhnya dengan sendirinya
Diulang 3 x Kemudian memperbanyak do’a;
Diantaranya dengan do’a ;


8 b. Lanjutan do’a :
(Do'a Diatas Bukit Shoffa / Marwah )

Alloohumma innaka qulta ud’uni- astajiblakum
wainnaka laa tukhliful mii’aad wa inna as-aluka
kama hadaitani lil islaami anla tanzi ‘ahu minni
hatta tatawaffani wa anaa muslimuun
(H.R. Malik Fil Mu’atho Kitab Haji)

Ya Alloh sesungguhnya Engkau telah berfirman “berdo’alah kepadaku niscaya Ku kabulkan” dan sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji dan esungguhnya aku minta kepada-Mu sebagaimana Engkau telah menunjukkan tentang Islam kepadaku, hendaknya Engkau jangan mencabut-nya dariku sehingga Engkau mewafatkan kepadaku dalam keadaan aku sebagai seorang Muslim


9. PELAKSANAAN SA’I
Perjalanan dimulai dari bukit Shofa menuju bukit Marwa,
Dalam satu perjalanan ini dihitung satu putaran, dan
sebaliknya dari bukit Marwa ke Bukit Shofa dihitung
satu putaran,
Diulang- ulang Sampai 7 X putaran .dan berahir di
bukit marwa

Hendaknya setiap di atas bukit, baik Shofa atau Marwa
selalu berdo’a seperti yang dicontohkan dari Rasulullah
dan setiap kali telah sampai di antara pilar hijau
hendaklah berlari- lari kecil , ( bagi laki-laki )

Diantara pilar hijau tidak ada Do’a kusus dari
Rasullah Saw, hendaknya tetep selalu ber dzikir ,
Seperti : Tasbih ( Subhanallah ] ,
Tahmit [ Alhamdulillah],
Tahlil (Laa ilaaha illallaah ] dan
Takbir [Allahu Akbar }
atau ; Do’a Sapujagat

Perjalanan diakiri di Bukit Marwa , dilanjutkan dengan
tahalul ( potong rambut )

Demikian Rangkaian Umroh yang
Diahiri dengan tahalul-Potong Rambut



II. PELAKSANAAN HAJI
10. WUKUF DI AROFAH

>.Pada pagi hari tanggal 8 dhulhijah :
Rosulullah pergi ke Mina bermalam disana, mengerjakan
solat 5 waktu dan masing- masing di kosor,

>.Pada tanggal 9 dhulhijah
pada waktu dhuha Rasullah berangkat ke Arofah, dalam
perjalanan rombongan disunahkan tetap ber Talbiah ,
Rasulullah singgah dulu di Namiroh (batas ahir tanah haram)
menunggu matahari tergelincir sebelum memasuki areal Arofah

>.Wukuf di arofah Kegiatannya ;
1. Solat duhur dan ashar jamak qosor ,
2. Memasuki areal Arofah untuk:
a. Mendengarkan kutbah wukuf ,
b. Ber munajat kepada Allah / ber Do’a
c. Waktunya terbentang dari matahari tergelincir
atau condong sampai magrib ,

>. Wukuf harus di dalam areal Arofah :
Haji adalah Arofah tidak sah haji tanpa wukuf di Arofah Daerah ini menjadi sangat sakral karna Allah turun kelangit bumi dan disaksikan olih seluruh Malaikat untuk ;
1. menghapus dosa umat Nya
2. mengabulkan Do’a umatnya ketika memohon
manfa’at kan waktu dari setelah kutbah wukuf untuk;
memperbanyak dzikir dan munazat kepada Allah ,
(Contoh Do’a terlampir )

.11.Mabit di Musdalifah ;
Kegiatannya ; Sholat magrib dan isak di jamak , bermalam, Sholat subuh, dan - mencari 7 krikil.
Tidak di pebolihkan berangkat ke Mina sebelum sholat subuh kecuali perempuan dan yang lemah, setelah sholat subuh disunahkan berdo’a / berzikir, ( di tempat yang di sebut Masy’aril Haram )

12.Tgl ; 10 dzulhijah
>. Sampai dimina melempar satu jamarot yaitu Aqobah
saja , waktunya dhuha sampai maqrib,
Setiap melempar bertakbir :
Allahu Akbar =
Habis melempar jamaroh ber Do’a ;

Alloohummaz Alhu hajjan mabruuran
wa danban maghfuuroo(n) ( Hr Ahmad )
Ya Allah jadikanlah haji yang mabrur (diterima) dan
dosa yang di ampuni

>.Menyembelih Korban, Disunahkan menyembelih sendiri
>.Mencukur rambut (sunah gundul bagi laki-laki )
>.Thofaf Ifadoh ; Adalah thawaf rukun / thowf haji,
Do’a dan Pelaksanaan sama dengan thowaf umroh,
Melakukan towaf diteruskan sa’i , dilaksanakan setelah
melempar jamarot Aqobah


13. Tgl ; 11 sampai dengan Tgl 13 Dzulhijah
Disebut hari Tasrik, diwajibkan mabit di Mina dan
melempar jamarot. Ula, Wusta , Aqobah

>.Waktu yang di contohkan Rasullah saw :
setelah matahati tergelincir (Jam 12 ) sampai malam ,
jangan sebelum jam 12 siang dan tidak diperbolihkan
dalam satu malam melempar untuk dua kali ( dua hari )

>. Cara dan Do’a melempar jamaroh
Setiap melempar bertakbir - Allahu Akbar
Habis melempar jamaroh ULA minggir dan BerDo’a ,
melanjutkan melempar WUSTA minggir lalu ber Do’a
kemudian melempar AQOBAH tanpa berdo’a
langsung pulang ke tenda penginapan ,
Baca an Do’anya sama ;
Alloohummaz Alhu hajjan mabruuran wa
danban maghfuuroo(n) ( Hr Ahmad)
. Ya Allah jadikanlah haji yang mabrur (diterima) dan
dosa yang di ampuni

14.Thowaf wadak ;( thowaf perpisahan )
Pelaksanaan sama dengan thowaf sunah , ( tanpa Sa’i )
Bagi perempuan yang berhalangan diperbolehkan tidak
thowaf Waktunya menunggu menjelang pulang

Sampai disini selesailh Rangkai Do’a Haji,
Semoga Mendapat predikat Haji Mabrur

III. DO’A-DO’A LAIN YANG - HARUS DIKETAUI ;

1. Do’a Sholat Jenasah
1. Takbir pertama : baca Al Fatekah
2. Takbi ke dua : baca Slawat nabi
3. Takbir ke tiga baca ;
Allohummagh. firlahu. Warkhamhu Wa’afihi wa’fu anhu
Ya Alloh ampunilah Ia.Sayangilah Ia dan sehatkanlah Ia, dan
maafkanDia

4. Takbir ke empat baca ;
Allohumma latach krimnaa azrohu wala taftina bakdohu
Ya Allah jangan halangi kami dari pahalanya, jangan engkau
fitnah kami sesudah kepergian- nya
Catatan ; Do,a ini kusus bagi yang belum hafal Do’a sholat
jenasah yang panjang

2.1. Do'a masuk masjid ( kaki kanan dulu )


Dengan nama Alloh, semoga keselamatan tetap tercurah kehadapan RosulullohShollallohu Alaihi Wasalam, Ya Alloh ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu Rohmat-Mu


2.2. Do’a Kluar Masdjid ( Kaki kiri dulu )


Dengan nama Alloh, semoga keselamatan tetap tercurah
kehadapan Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasalam,
Ya Alloh ampunilah dosa-dosaku dan bukakan untukku pintu-
pintu keutamaan-Mu

2.3. Do’a Masuk Masjid ;
Untuk Masuk Kaki Kanan dulu dan Keluar kaki kiri
Dulu

Alloohum- maghfirli dzunubi faftahli

abwaaba

Ya Alloh ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku

P intu- pintu mu. (H.R. Ibnu Majah)

Catatan :
Rohmatik untuk masuk, dan Fadhlik untuk kluar


3.1.Do’a Naik Kendaraan, Bepergian.

Alloohumma antash shohibu fissafari wal kholiifatu fil ahli, Alloohummash habnaa binush hika wag’libnaa bidzimatin Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa is safari wa qoobatil
mun-gholibi ( HR Abu Daud )

Yaa Alloh Engkau adalah teman dalam perjalanan dan Engkau yang mengganti (mengurus) keluarga. Yaa Alloh temanilah kami dengan penjagaan-Mu dan pulangkanlah (ke negara kami) dengan keamanan dari-Mu. Yaa Alloh lipatlah (dekatkanlah) bumi untuk kami dan mudahkanlah perjalanan (ini) untuk kami. Yaa Alloh sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari bertanya bepergian dan jeleknya pulang kembali

3.2. Do’a Naik Kendaraan


Subhanalladzi sakho lana haadza wama kunna lahu muqrinin wa inna ilaa Robbinaa lamun qolibun . ( QS.Azzuhruf : 12-I 3 )
Maha suci Allah yang telah menundukkan (kendaraan) lni untuk kami, padahal tadinya kami tldak berdaya nguasainya.
Dan kami pasti kembali kepada Tuhan kami


4.1.Do’a Ziarah kubur

Assalamu’alaikum daaro Qoumin Mukminiina
Wa Inna Insyaa Alloh Bikum Laahiquun
(HR. Abu daud)

Keselamatan semoga tetap atas kamu sekalian wahai desanya qoum yang beriman dan kami Insya Alloh akan menyusulmu

4.2. Atau ;

Selamat sejahtera wahai penghuni kubur kaum muslimin dan muslimat para mukminin dan mukminat. Sungguh kami Insya Allah akan menyusul, aku memohon amptrnan Allah untuk kami dan kalian semua" (HR. Muslim )


5 . Doa sesudah azan

Alloohumma robbahaadzihid da’watit tammati wash sholatil qoo-imati Aatimuhammadanil washilata wal fadhilah, Wab’atshu maqomal, Mahmudalladzi wa’attah (HR. Nasai)

Ya Alloh tuhan Nya panggilan yang semporna ini, Dan solat yang akan berdiri, berikanlah pada Nabi Muhamad wasil dan keutamaan,dan bangkitkanlah dia pada kedudukan yang terpuji yang telah engkau janjikan

6. Do’a bermalam di suatu tempat .

A’uudzu bikalalimaatillahit Tammaati Min-
Syarri Maa kholaqo (HR. Tarmidzi)

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Alloh yang
Maha ,sempurna,dari kejahatran apa-apa


7. Do'a keluar rumah

Bismillahi tawakkaltu Alalloohi lachaula wala
Quwwata Illa billah ( Turmidzi )
Dengan nama Alloh aku berserah diri kepada Alloh, tidak ada
daya upaya dan tidak ada Kekuatan kecuali dengan Alloh

8. Do’a Minum Air Zam - Zam
Alloohumma inni as-aluka ‘ilman nafi’an warizqon waasi’an wasifa’an min kulli da’in wa saqomin birohmatika yaa arhamar rohimiin
Ya Alloh sesungguhnya aku minta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, dan kesembuhan dari tiap penyakit dengan rohmat-Mu Wahai sekasih-kasihnya orang yang belas kasihan


9. Do'a pulang dari Haji/Umroh
Alloohu akbar ( 3 x ) .
Laa ilaa ha illallooh Wahdahulaa syarikalah, lahul
mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai’in
qodiir, Ayibuuna taibuuna abiduuna Lirobbina
chaamiduuna Shodakollohu wa’dahu wana shoro
a’bdahu wahazamal Achzaba wachdah(u)
Allah Maha Besar 3x. tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha
Esa, yang tiada sekutu bagiNya, bagi Allah semua kerajaan,
dan bagi Allah semua pujian, dan Dia berkuasa atas segala
sesuatu. Kami adalah orang kembali, orang yang bertaubat,
orang yang beribadah keapada Tuhan kami, kami memuji
Allah, Alah membenarkan janjiNya, dan menghancurkan
bebera pa golongan (musuh) dengan sendiriNya. Apa yang
telah Alloh ciptakan ( Hr Bukori )
10. Do’a pagi / sore ( Syaidul ixstifar )
Di baca di Belakang Maqom Ibrohim
Alloohumma anta robhi laa ilaaha illaa anta kholaqtanii wa ana `abduka wa ana alaa ‘ahdika
wa wa’dika mastatho'tu, a'uudzu bika min syarri ma- shona'tu, abuu-ulaka bini’matika`alaiyya,
wa abuu-u bi dzanbi, faghfirlii fa-innahuu
laa yaghfirudz, dzunuuba illaa -anta.
Ya Allah, ya Tuhanku ! Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan
melainkanengkau, Engkau telah menjadikan aku dan aku
adalah hamba-Mu, dan aku akan selalu mematuhi perjanjian-
Mu dan janji- Mu apa yang aku mampu, aku berlindung diri
dengan¬ Mu dari kejelekan apa apa yang kuperbuat, dengan
ni'mat-Mu yang Engkau curahkan kepadaku itu, kini aku
kembali kepada-Mu, dan aku kembali dengan membawa
dosa-dosaku. oleh karenaya ampunilah aku, karena sesung-
guhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosaku
melainkan Engkau". (Hr Bukhari )
IV. Do’a wukuf di arofah ;
Dengan Tumak ninah / konsentrasi – Memuji Allah ,
dengan ucapan:
1. Tasbih [ Subhanallah ],
2. Tahmit [ Alhamdulillah ]
3. Takbir [Allahu Akbar ]
4. Tahlil ; Do’a utama harab dibaca berulang-ulang / sering
Laa ilaa ha illallooh wahdahulaa syarikalah,
Lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala
kulli syai’in qodiir
Tidak ada Tuhan kecuali Alloh yang Maha Esa yang tidak
Ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya semua kerajaan dan bagi-
Nya segala pujian, dan dia berkuasa atas segala sesuatu.

5. Huwallohulladzii laa ilaaha illa huwal malikul
qudduusu sallamul mu’minu muhaiminul ‘aziizul
jabbarul mutakabbiru subhanalloohi ‘amma
yusyrikuun
Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Al Hasr;23 )

6 Alloohumma antas salaam waminkas salaam
tabarokta yaa dzal jalaali wal ikraam. (Hr Muslim)

Wahai Allah Engkau adalah dzat yang maha sejahtera dan dari Engkaulah segala kesejahteraan, Engkaulah yang senantiasa memberi berkah wahai dzat yang maha agung dan maha mulia

7. Subhanalloohi wabihamdih – Subhanalloohil adziim. (Hr Buqori,Muslim)
Maha suci Allah dan dengan memujiNya, maha suci Allah yang maha besar

8. “robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzur¬riyyaatinaa qurrota ‘ayunin waj'alnaa lilmut¬taqiina imaamaa (Al-furkon;74)

ya Allah anugerahkanlah kepada kami istri-istri (pasangan) kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam orang-orang yang bertaqwa

9. Astaghfirullah aladzii Laa illaaha illahuwal hayyul qaiyuum wa atubu ilaihi. ( Hr.Turmudi )

saya mohon ampun kepada Allah –dzat yang tidak ada Tuhan kecuali Allah yang hidup lagi terus-menerus mengurus makhlukNya –dan aku bertobat kepadaNya
10. Alloohumma laka hamdu kalladzii taquulu waqoiron mimma naqulu, Alloohumma laka sholaati wanusuki wamahyaaya wamamaati wa ilaika maabi walaka robbi turootsi, Alloohumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qobri wawas wasishshod’ri wasya- taatil amri,
Alloohumma inni a'uudzubika minsyarrimaa taji’u bihirriikhu (H.R Tirmidzi)
Ya Alloh bagi-Mu segala puji seperti yang telah Engkau firmankan dan sebaik-baik dari apa-apa yang kami ucapkan. Ya Alloh bagi-Mu sholatku dan ibadah Hajiku, hidupku dan matiku dan kepada-Mu tempat kembaliku dan bagi-Mu Ya Tuhan warisanku. Ya Alloh sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan gangguan hati dan morat-maritnya perkara. Ya Alloh sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari jeleknya apa-apa yang dibawa oleh angin.

11. Subhaanakalloohumma wabihamdika Astagfiruka Wa ‘atuubuilaik
Maha Suci Engkau wahai Allah dengan memuji- Mu, aku mohon ampun dan bertaqwa kepada-Mu

12. Alloohumma innii a’udzubika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wal mamaati wa min syarri fitnatil masiihit dajjaal (Hr Muslim).
wahai Allah sesungguhnya kami berlindung dari siksaan neraka jahanam, dari siksaan kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah dajjal
13. Alloohumma ‘ini ‘as’alukal huda wattuqo
Wal ‘afaafa Wal ginaa
Ya Allah, Kumohon kepada-Mu petunjuk kebenaran, jiwa taqwa
kemampuan membentengi diri dari apa yang Engkau haramkan
dan kekayaan jiwa ( tidak butuh kepada selain Engkau).

14. Alloohumma Yaa muqollibal qulub syabit kolbii ‘ala
diniika
Ya Allah yang membolak balikkan segala hati
mantapkan lah hatiku kepada Agama Mu

15. Allahumma innii as-alukal ‘aafiiyata fiddun-ya walakhirati, Allahumma as’alukal ‘afwa wal’aafiyata, fii diini wadun-yaayaa wa ahli wa maalii, Allamummas-tur ‘aurati wa aamin rau ‘aati , Allahummah fadhnii min baini yadayya wamin kholfii wa ‘an-yamiini wa’an syimaali, wa min fauqi , wa-a’uudzu bi ‘idhoomatika ‘an aqtaala min tahtii. ( Hr Abudawut, Nasai, Ibnu Majah )

Ya Allah ya Tuhanku Sesungguhnya aku minta perlindungan kepadamu di dunia dan akhirat, Ya Allah Ya Tuhanku aku minta pengampunan dan perlindungan dalam urusan Agamaku, duniaku, kluargaku dan hartaku, Ya Allah ya Tuhanku tutupilah aurotku dan amankanlah rasa takutku, Ya Allah ya Tuhanku Lindungilah aku dari depanku, dari belakangku, dari kiri kananku, dan dari atasku dan aku berlindung Diri dari kebesaranmu, dari diperdaya orang dari bawahku .

Karna lamanya waktu yang tersedia saat Wukuf Hendaknya mempersiapkan ,Do’a Do’a Yang relefan dibaca di Arofah; dari Al Qurqn dan Hadis,
( ada pada lembaran kusus )
BAB RUKUN dan WAJIB HAJI

Rukun haji; apabila tidak melaksanakan salah satu rukun,
maka hajinya tidak sah.
1. Ber pakaian ikhrom
2 wukuf di arofah
3. towaf ifadoh
4. sa’i antara shofa – marwah

Wajib haji ada tujuh, apabila meninggalkan salah satunya,
berkewajiban membayar dam
1. Ikrom haji dari mikot
2. Mabit di musdalifah
3. Mabit di mina
4. Melontar jumroh
5. Bercukur (disunahkan gundul bagi laki-laki )
6. Menyembelih korban
7. Towaf wada’

Larangan-larangan ketika berikhrom
1. Rafast,Artinya ; bersetubuh atau mengawinkan,
berpacaran atau , berbicara yang mengarah ke sahwat
2. Jidal, Artinya, berbantah-bantahan
3. Fasik , Artinya, berkata-kata kotor dan keji atau yang jelek-jelek, serta
melanggar perintah agama ( fitnah, dusta, namimah, gibah, dll )
4. Membunuh binatang Buruan
5. Mencabut atau memotong tumbuh-tumbuhan
6. Memakai wewangian di pakean ikrom
7. Memotong kuku
8. Dengan sengaja merontokkan rambut
9. Mengambil barang temuan kecuali untuk diumumkan
10. Memakai topi bagi laki laki menutup wajah bagi perempuan Selengkapnya...

12/04/10

40 Sanksi akibat Maksiat

Sanksi berat akibat maksiat, oleh : Islamic Education Foundation
Sungguh dosa kemaksiatan itu akan dibayar spontan didunia sesuati dengan masyi-atillah. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauzi telah menghitung dan ternyata ada kurang lebih 40 balasan buruk bagi pelaku kemaksiatan antara lain :
1. Tidak mendapatkan ilmu. Sebab ilmu itu adalah nur yang diberikan Allahkesuatu hati, sedangkan maksiat itu berfungsi mematikan nyala nur tersebut. Imam malik pernah berkata kepada Imam Syafi’i muridnya : Sungguh aku telah melihat Allah memberikan nur kehatimu, maka jangan engkau metikan dengan kemaksiatan.
2. Kehilangan jatah rezekinya. Nabi saw bersabda : Sungguh seseorang bisa tidak mendapatkan rezekinya sebab dosa yang dilakukannya [HR.Ahmad dan Hakim dari Tsauban].
3. Pelaku maksiat akan mengalami kegersangan jiwa terhadap Rabbnya, dia akan kehilangan kelejatan ma’iyatillah, padahal hal ini tidak bisa dinilai dengan kenikmatan duniawi. Jika semua kelezatan duniawi disatukan tidak akan bisa mengobatai kekeringan jiwa seseorang.
4. Dia juga akan merasa buas dengan sesama, utamanya dengan para pelaku kebaikan. Semakin kuat rasa kebuasannya semakin jauh dia dengan manusia baik.
5. Semua perkaranya menjadi semakin susah. Maka dari itu, ia akan selalu mendapati pintu tertutup dalam segala hal. Kebalikannya orang yang menjauhi dosa akan selalu menemukan way out dari segala urusannya.
وَاللائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللائِي لَمْ يَحِضْنَ وَأُولاتُ الأحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا (٤)

4. dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), Maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.

6. Pendosa ini akan mendapati kegelapan hati. Ia merasakannya seperti sa’at berjalan pada malam kelam. Pertama kali akan tampak secara lahiriyah dimatanya, lalu menjalar kemukannya dan akhirnya akan diketahui oleh semua orang.
7. Kemaksiatan bisa melemahkan badan dan hati seseorang. Maka dari itu, ia tidak memilki keteguhan hati dan juga akan terlihat loyo sa’at kegentingan yang memerlukannya walau kelihatan tegap badan dan ototnya.
8. Kehilangan keta’atan dan banyak pahala. Karena dengan dosa tersebut, ia terhalang untuk melakukan berbagai keta’atan. Padahal sebuah amal keta’atan itu jauh lebih baik daripada seisi dunia.
9. Kemaksiatan mengurangi jatah umur dan menghilangkan keberkahannya. Karena amal kebajikan itu menambah umur seseorang maka amal kemaksiatan dapat mengurangi usia. Rahasianya usia seseorangt adalah waktu hidupnya> Sedangkan hidup tidak berarti kecuali dengan berbakti [beribadah] kepada Penciptanya, merasa nikmat dengan mencintai dan mengingat-Nya serta lebih mendahulukan ridha-Nya.
10. Kemaksiatan menumbuhkan benih-benih dosa. Termasuk balasan amal buruk adalah amal buruk berikutnya. Sedangkan balasan amal baik ialah amalan baik selanjutnya.
11. Kemaksiatan melemahkan keinginan baik pelakunya. Karena maksiat itu akan menguatkan keinginan berbuat dosa dan melemahkan keinginan bertobat.
12. Menganggap kemaksiatan sebagai hal yang biasa. Lalu lenyaplah rasa benci kepadanya dan bahkan berubah menjadi suatu tradisi. Pelakunya menjadi apatis tidak menghiraukan suara dan pandangan masyarakat.
13. Kemaksiatan salah satu faktor jatuhnya dimata Tuhan dan masyarakat.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ (١٨)

18. Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. dan Barangsiapa yang dihinakan Allah Maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

14. Kesialan akan menghantui pelakunya.
15. Kemaksiatan mewariskan kehinaan. Karena kehormatan dan kemuliaan itu berada pada naungan ta’at kepada Allah.
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ (١٠)

10. Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, Maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik[1249] dan amal yang saleh dinaikkan-Nya[1250]. dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. dan rencana jahat mereka akan hancur.

[1249] Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa Perkataan yang baik itu ialah kalimat tauhid Yaitu laa ilaa ha illallaah; dan ada pula yang mengatakan zikir kepada Allah dan ada pula yang mengatakan semua Perkataan yang baik yang diucapkan karena Allah.
[1250] Maksudnya ialah bahwa Perkataan baik dan amal yang baik itu dinaikkan untuk diterima dan diberi-Nya pahala.

16. Kemaksiatan merusak otak. Karena fikiran itu memilki nur sedangkan maksiat fungsinya adalah memadamkan nur tersebut. Jika nur pikiran padam maka berkuranglah kecerdasannya.
17. Jika dosa-dosa banyak menumpuk, maka akan lengket dihati pelakunya dan menjadikannya lalai.
كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (١٤)

14. sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.

18. Pelaku kemaksiatan masuk dalam rangkaian laknat Rasulullah. Maka sungguh rugi manusia yang didoakan buruk oleh orang yang mustajab doanya.
19. Dia juga kehilangan peluang untuk mendapatkan doa baik dari Rasulullah dan para malaikat.
20. Dosa dan kemaksiatan itu termasuk faktor utama dalam kerusakan bumi.
21. Juga bisa mematikan apai kecemburuan dalam hati. Padahal ghirah itu merupakan energi dan penawar hati. Manusia termulia adalah yang paling hebat kadar ghirahnya, utamanya pada diri sendiri, keluarga dan seluruh umat.
22. Kemaksiatan bisa menghilangkan sifat malu. Malu merupakan inti kehidupan hati seseorang dan pangkal segala kebaikan. Jika hilang, maka ia kehilangan banyak hal.
23. Demikian pula dapat melemahkan rasa pengagungan terhadap allah dalam hati seseorang dan menghilangkan kewibawaannya dimata manusia. Karena termasuk balasan dari meremehkan Allah adalah dicabutnya kewibawaan dimata orang lain, baik ia rela atau tidak. Akhirnya ia tidak memilki harga dimata mereka.
24. Kemaksiatan termasuk salah satu faktor dilupakan Allah dan dibiarkan bergelimang dengan hawa nafsu dan setannya. Maka dari itu kebinasaan dan kehancuran saja yang akan didapat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (١٨)

18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (١٩)

19. dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik.

25. Dosa dan maksiat itu memperlemah jalan seseorang menuju Allah dan akhirat bahkan menyebabkannya terputus.
26. Dosa-dosa itu juga bisa menyingkirkan nikmat dan mendatangkan bencana. Karena termasuk balasan buruk bagi pelakunya adalah menghilangkan kenikmatan yang datang dan memutus aliran nikmat yang akan diterima. Oleh karenanya seorang hamba selalu dalam kenikmatan selama tidak melanggar dosa dan tidak mendapati malapetaka melainkan karena dosa pula.
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٥٣)

53. (siksaan) yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri[621], dan Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

[621] Allah tidak mencabut nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada sesuatu kaum, selama kaum itu tetap taat dan bersyukur kepada Allah.

27. Sebab kemaksiatan, allah menimpakan ketakutan dan rasa kecut dihati pelakunya. Karena keta’atan itu adalah benteng Allah yang agung, siapa saja yang memasukinya akan mendapati jaminan keamanan dari siksa dunia dan akhirat. Sedangkan pelaku kemaksiatan tidak terlihat kecuali dalam kondisi penuh ketkutan dan kekhawatiran, sebab dihantui perasaan dosanya terus-menerus.
28. Kemaksiatan itu membelokkan hati seseorang dari komitmen kepada inhiraf [melenceng] dan sakit. Sungguh, pengaruh hati itu amat besra seperti sakit atas badan seseorang. Bahkan dosa-dosa itu pada hakikatnya adalah penyakit hati yang hanya bisa sembuh dengan meninggalkannya.
29. Kemaksiatan itu mematikan mata hati, meredupkan cahanya, menutup jalan ilmu dan menghalngi pintu hidayah.
30. Kemaksiatan mengkerdilkan jiwa seseorang dan menjadikannya hina dina. Sebaliknya amal ta’at mengembangkan jiwa, membersihkan dan membesarkannya.
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (٩)

9. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (١٠)

10. dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

31. Dosa juga menjatuhakn kedudukan seseorang disisi Allah dan dimata manusia. Karena orang termulia disisi allah adalah yang paling bertaqwa, sedangkan yang paling dekat dengan-Nya ialah orang yang paling ta’at kepada-Nya.
32. Kemaksiatan merampas nama terpuji dan kemuliaan. Maka ia kehilangan predikat mukmin, pelaku kebaikan dan orang yang betaqwa. Tapi mendapatkan predikat pendurhaka, fasik, penzina, pemabok dan lain-lain.
33. Kemaksiatan menghapuskjan keberkahan-keberkahan umur, rezeki, ilmu, pekerjaan dan keta’atan. Secara keseluruhan menghilangkan keberkahan agami dan duniawi.
34. Kemaksiatan memutus tali hubungan seseorang dengan Rabbnya. Jika hal itu terputus, maka terputuslah aliran kebaikan dan hanya menemui semua faktor kebutukan.
35. Kemaksiatan menjadikan pelakunya hina dina. Padahal memilki peluang menjadi lebih terhormat.
36. Kemaksiatan menarik makhluk lain untuk lebih berani kepada pelakunya. Maka dari itu, setan lebih berani menimpakan penyakit, kesesatan, was-was, kesedihan dan kesusahan. Demikian pula setan manusia dan hewan lain.
37. Kemaksiatan itu menghianati pelakunya dalam hal yang amat diperlukannya. Baik itu dalam mendapatkan ilmu, lebih mementingkan sesuatu yang remeh daripada yang lebih mulia.
38. Maksiat bisa menjadikan pelakunya lupa terhadap dirinya sendiri. Jika ia melupakannya maka akan menyia-nyiakan, merusakkan dan menghancurkannya.
الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (٦٧)

67. orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang Munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. mereka telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

[648] Maksudnya: Berlaku kikir

39. Maksiat menjauhkan diri pelakunya daripara penolongnya. Maka ia akan lebih dekat kepada setan.
40. Termasuk efek maksiat adalah kehidupan sulit didunia, kubur dan siksa pedih di akhirat.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (١٢٤)

124. dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta".

Ini semua adalah aneka efek maksiat dan dosa. Orang yang menggunakan akalnya akan merasa cukup untuk bertaubat dan kembali kepada Allah. Maka sungguh amat layak untuk seorang muslim untuk segera bertaubat secara benar.
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (٥٣)

53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[1314] Dalam hubungan ini Lihat surat An Nisa ayat 48.

Jauhilah tobat yang bohong yang hanya dibibir saja, sementara hatinya selalu ingin melakukan kemaksiatan. Jangan anggap remeh suatu kemaksiatan, karena sebab kemaksiatanlah bapakj dan ibu kita [adam dan Hawa] dikeluarkan dari Surga. Juga penyebab Iblis dikeluarkan dari lingkungan malaikat. Demikian pula yang menyebabkan disiksanya kaum ‘Ad, kaum Tsamud dengan suatu teriakan, kaum Luth, kaum nabi Syuaib, Fir’aun dan pengikutnya serta maksiat merupakan penyebab segala bencana yang menimpa manusia.
Seandainya Saya menjadi anggota DPD RI Selengkapnya...

02/02/10

Mengenal Allah

TIGA LANDASAN UTAMA : MENGENAL ALLAH
Oleh : Syaikh Muhammad At-Tamimi
Berikut ini kutipan beberapa penjelasan tentang tiga landasan utama bagi sebagai seorang muslim.

MENGENAL ALLAH
Apabila anda ditanya : Siapakah Tuhanmu ? maka katakanlah: Tuhanku adalah Allah yang telah memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala ni’mat yang dikaruniakan-Nya. Dan Dialah sembahanku, tiada bagiku sesembahan yang haq selain Dia.
Allah ta’ala berfirman :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١)

1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢)

2. segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].

[2] Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
[3] Rabb (tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). 'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.

Semua yang ada selain Allah disebut alam, dan aku adalah bagian dari semesta alam ini.
Selanjutnya jika anda ditanya : Melalui apa anda mengenal Tuhan ? maka hendaknlah anda jawab : Melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : malam, siang, matahari dan bulan. Sedang diantara ciptaan-Nya ialah : tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada dilangit dan dibumi serta yang ada diantara keduanya.
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (٣٧)

37. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika ialah yang kamu hendak sembah.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (٥٤)

54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam.

[548] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.

Tuhan inilah yang haq untuk disembah, dalilnya adalah firman Allah :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١)

21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)

22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], Padahal kamu mengetahui.

[30] Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.

Hanya Pencipta segala sesuatau yang ada inilah yang berhak disembah dengan segala macam ibadah.
Dan macam-macam ibadah yang diperintahkan Allah itu, antara lain : Islam, Iman, Ikhsan, do’a, khauf [takut], raja’[pengharapan], tawakal, ragbah[penuh minat], rahbah [cemas], khusyu’[tunduk], khasyyah [takut], inabah [kembali kepada allah], isti’anah [memohon pewrtolongan], isti’adzah [memohon perlindungan], istighatsah [memohon pertolongan] untuk dimenangkan atau diselamatkan], dzabh [penyembelihan], nadzar dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allah ,
Allah SWT berfirman :
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا (١٨)

18. dan Sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.

Karena itu barangsiapa menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain Allah, maka ia adalah musyruik dan kafir.
وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ (١١٧)

117. dan Barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, Padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.

Dalil macam-macam ibadah :
1.Dalil Khauf [takut]:
Firman Allah Ta’ala ,
إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (١٧٥)

175. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

2.Dalil Raja’[pengharapan]
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا (١١٠)

110. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

3.Dalil Tawakkal [berserah diri]
قَالَ رَجُلانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٢٣)

23. berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, Maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣)

3. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

4.Dalil Ragbah [penuh minat], rahbah [cemas] dan khusyu’[tunduk]
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ (٩٠)

90. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas[970]. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami.

[970] Maksudnya: mengharap agar dikabulkan Allah doanya dan khawatir akan azabnya.

5.Dalil khasy-yah [takut]
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي وَلأتِمَّ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (١٥٠)

150. dan dari mana saja kamu (keluar), Maka Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu (sekalian) berada, Maka Palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

6.Dalil inabah [kembali kepada Allah]
وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لا تُنْصَرُونَ (٥٤)

54. dan Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).

7.Dalil isti’anah [memohon pertolongan]
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥)

5. hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[7].

[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

8.Dalil isti’adzah [memohon perlindungan]
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (١)

1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١)

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

مَلِكِ النَّاسِ (٢)

2. raja manusia.

9.Dalil istighatsah [memohon pertolongan]
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ مُرْدِفِينَ (٩)

9. (ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut".

10.Dalil dazabh [penyembelihan]
قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٦٢)

162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku/penyembelihanku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (١٦٣)

163. tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

11.Dalil nadzar
يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا (٧)

7. mereka menunaikan Nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.

Itulah sedikit pemaparan tentang tiga landasan utama bagian pertama “Mengenal Allah”. Selengkapnya...
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template